Berikut terdapat 16 aktifitas yang akan dibahas; masing-masing ke 16 aktivitas ini memiliki pembagiannya masing-masing pula. Dengan demikian akan dilihat bagaimana perbadaan dan implikasinya terhadap pendidikan. Yang pertama yaitu pembahasan tentang Ideology Pendidikan, yaitu diantaranya ada Ideologi Radikal, Konservatif, Liberal, Humanis, Progresif, Sosialis, dan Demokrasi. Diawali dengan ideologi radikal yang berkembang semakin baik hingga puncaknya adalah ideologi Demokrasi. O’Neill (1981) membagi ideologi pendidikan menjadi 2 dua kelompok, yaitu pertama ideologi konservatif dan liberal. Ideologi konservatif meliputi ideologi pendidikan fundamentalisme, ideologi pendidikan intelektualisme, dan ideologi pendidikan konservatisme. Ideologi liberal meliputi ideologi pendidikan liberalisme, pendidikan liberasionisme, dan ideologi pendidikan anarkisme. Menurut Aprison (2012) pada dasarnya ideologi pendidikan baik konservatisme, liberalisme, anarkisme, kritisisme, maupun rekonstruksionisme adalah humanisme, tentunya dengan karakteristiknya masing-masing. Ideologi pendidikan konservatisme menganggap bahwa sasaran utama sekolah adalah pelestarian dan penerusan struktur dan sistem sosial serta pola-pola berikut tradisi-tradisi yang sudah mapan. Ideology ini mengedepankan nilai-nilai agamis dan kultural. Pendidikan harus menanamkan suatu keakraban antara anak dengan elemen-elemen spiritual dari alam. Pendidikan harus menekankan keharmonisan yang dibawa sejak lahir antara manusia dan alam/universe. Implikasi dari ideologi ini terhadap proses belajar mengajar akan membuat siswa mampu mengenali dan memaknai alam sekitarnya, bersikap sesuai kultur dan nilai-nilai yang dijunjung.
Sedangkan, Ideologi pendidikan liberal bertujuan untuk melestarikan dan memperbaiki tatanan sosial yang ada, dengan cara membelajarkan setiap siswa sebagaimana caranya menghadapi persoalan-persoalan dalam kehidupannya sendiri secara efektif. Ideologi pendidikan liberal ini berbeda-beda dalam hal intensitasnya, dari yang relatif lunak, yakni liberalisme metodik yang diajukan oleh teoretisi seperti Maria Montessorimo, ke liberalisme direktif (lebih mengarahkan) yang sarat dengan muatan filosofi John Dewey hingga ke liberalisme non direktif atau liberalisme laissez faire, yang merupakan sudut pandang A.S. Neill atau Carl Rogers (O’Neill, 1981:66). Implikasi ideology liberal terhadap pembelajaran adalah siswa akan lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pemecahan masalah-masalah yang diberikan. Dengan penerapan ideology ini siswa akan terbiasa memecahkan masalah sehingga menjadi lebih mandiri dan nantinya mampu untuk bersaing didunia kerja.
Ideology pendidikan progressive sendiri memandang siswa sebagai makhluk sosial yang aktif, sehingga proses pembelajaran harusnya relevan dengan situasi kehidupan nyata siswa. Hal ini sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan dari kurikulum 2013 saat ini. Bagi masyarakat demokratis, pendidikan merupakan komponen vital. Dikatakan demikian karena atribut-atribut warga negara yang demokratis dibina melalui pendidikan. Berbeda dengan masyarakat otoriter yang menuntut penerimaan warga secara pasif (passive acceptence), tujuan pendidikan demokrasi adalah menghasilkan warga negara yang merdeka, berpikir kritis dan sangat familiar dengan pandangan dan praktek-praktek demokrasi. Menurut saya ideologi demokrasi adalah ideology yang paling ideal digunakan dalam proses pembelajaran, hal ini dikarenakan ideology ini relevan dengan kurikulum dan pembelajaran abad 21 saat ini, dimana lembaga pendidikan diharapkan dapat mencetak generasi-generasi yang siap menghadapi tantangan industri 4.0
Aktivitas kedua adalah hakikat dari pendidikan, hakikat pendidikan sendiri terdiri dari obligation, preserving, exploiting, transforming, liberating, needs, democracy dan lain-lain. Sejalan dengan ideology pendidikan, bagian dari hakikat pendidikan juga merentang dari obligasi hingga puncaknya adalah demokrasi. Demokrasi diasumsikan sebagai bentuk ideal dari hakikat pendidikan.
Aktivitas ketiga adalah pengetahuan tentang mata pelajaran, pengetahuan tentang mata pelajaran terdiri dari body of knowledge, science of truth, structure of truth, process of thinking and social activities. Menurut saya keempat bagian dalam aktivitas ini berkesinambungan satu sama lain, namun process of thinking dan social activities menjadi bagian terbaik didalam aktivitas ketiga ini. Pembelajaran bukan hanya kegiatan monotan dan procedural dimana guru menerangkan didepan kelas, memberi contoh, memberi latihan, dan kemudian memeriksa jawaban siswa. Peran guru lainnya adalah membantu siswa dalam membantu siswa mengungkapkan proses yang berjalan dipikirannya ketika menyelesaikan suatu masalah. Guru harus membantu dan memberi kesempatan pada siswa untuk menyampaikan apa yang ada didalam pikirannya supaya tidak terjadi kesalahan berpikir dalam memahami suatu materi. Implikasinya terhadap pembelajaran adalah pembelajaran akan lebih efektif dan siswa akan benar-benar memahami sebuah materi bukan hanya sekedar hafalan. Selanjutnya yaitu aktivitas sosial yang menurut saya sangat penting untuk dilakukan dalam pembelajaran. Aktivitas sosial akan membantu siswa untuk membentuk ketrampilan sosial (social skill) agar siswa dapat belajar bagaimana menyesuaikan diri dilingkungan masyarakat sehari-hari. Tidak bisa dipungkiri bahwa social skill adalah salah satu skill terpenting yang harus dimiliki seseorang baik di lingkungan masyarakat, sekolah, university, ataupun dunia kerja. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh banyak peneliti, bahwa social skill juga sangat berpengaruh terhadap hasil akademik siswa. Siswa yang memiliki social skill yang bagus biasanya juga memiliki hasil akademik yang bagus, begitupula sebaliknya. Untuk mengasah social skill siswa salah satunya adalah dengan aktivitas-aktivitas sosial yang dilakukan selama pembelajaran.
Aktivitas keempat adalah aktivitas dalam mata pelajaran, yaitu terdiri dari mencari pola dan hubungan, memecahkan masalah, investigasi dan komunikasi. Pemecahan masalah adalah aktivitas yang harus dilakukan dalam pembelajaran, baik dalam pelajaran matematika atau pelajaran lainnya. Dengan aktivitas pemecahan masalah, siswa tidak hanya mengandalkan teori saja, siswa akan menggunakan daya nalar, pengetahuan, ide dan konsep-konsep materi tersebut. Pemecahan masalah sendiri adalah suatu usaha untuk mencari jalan keluar dari suatu kesulitan. Dalam memecahkan masalah, siswa harus memetakan pengetahuan mereka, mengumpulkan informasi yang relevan, memeriksa ulang dan melalui proses-proses tersebut mereka akan mengembangkan pengetahuan baru tentang materi tersebut. Soedjadi menyatakan bahwa keberhasilan seseorang dalam kehidupannya banyak ditentukan oleh kemampuan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Maka dapat disimpulkan, Implikasi dari aktivitas ini didalam pembelajaran adalah mempertajam analisis siswa, membiasakan siswa untuk menyeleksi informasi-informasi, dan membantu siswa untuk menemukan pengetahuan baru. Aktivitas investigasi sesungguhnya tidak bisa terlepas dari pemecahan masalah. Aktivitas investigasi ini menekankan partisipasi dan aktivitas siswa secara maksimal mulai dari merencanakan topik-topik yang akan dipelajari, perencanaan pelaksanaan investigasi hingga presentase materi. Aktivitas ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah.
James A.F Stoner dalam Widjaja (2012) mengatakan komunikasi adalah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. komunikasi sebagai proses antar pribadi dalam mengirim dan menerima simbol-simbol yang berarti bagi kepentingan mereka. Dalam belajar, komunikasi adalah proses pengiriman informasi dari guru kepada siswa untuk tujuan tertentu. Komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan. Tujuan pendidikan akan tercapai jika prosesnya komunikatif. Pembelajaran dapat dimaknai sebagai interaksi antara guru dengan siswa yang dilakukan secara sengaja dan terencana serta memiliki tujuan positif. Keberhasilan pembelajaran harus didukung oleh komponen-komponen instruksional yang terdiri dari pesan berupa materi belajar, penyampai pesan yaitu guru, bahan untuk menuangkan pesan, peralatan yang mendukung kegiatan belajar, teknik atau metode yang sesuai, serta latar atau situasi yang kondusif bagi proses pembelajaran.
Aktivitas kelima adalah moral dalam pembelajaran yaitu terdiri dari hirarki paternalistik, kemanusiaan, keadilan/ kebebasan, dan lain-lain. Dalam kamus KBBI paternalistik adalah sistem kepemimpinan yang berdasarkan hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin, seperti hubungan antara ayah dan anak. Sedangkan Humanity atau kemanusiaan berarti penanaman nilai-nilai moral kemanusiaan didalam pembelajaran tersebut. John Dewey (dalam Elmubarok,2008) bahwa tujuan utama pendidikan adalah sebagai penggerak efisiensi sosial, pembentuk kebijakan kewarganegaraan (civic virtue) dan penciptaan manusia berkarakter. Implikasi dari nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan dalam pemelajaran akan membentuk siswa menjadi manusia yang berkarakter. Selain itu, nilai-nilai keadilan juga perlu ditanamkan oleh guru kepada siswa melalui pembelajaran. Guru dapat menanamkan nilai-nilai keadilan melalui materi pembelajaran, pencontohan ataupun secara real life. Dari aktivitas-aktivitas yang telah disebutkan diatas, menurut saya aktivitas yang paling ideal untuk diterapkan adalah kemanusiaan dan keadilan.
Aktivitas keenam adalah nilai dalam mata pelajaran, terdiri dari intrinsik, ekstrinsik dan sistematik. Menurut saya yang paling ideal dalam aktivitas ini adalah sistematik. Sistematik adalah segala usaha untuk menguraikan dan merumuskan sesuatu dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya. Dengan penilaian yang sistematik, maka nilai yang akan diberikan oleh guru dan akan diterima oleh siswa dapat dipertanggung jawabkan. Penilaian sistematik berarti nilai bukan berasal hanya dari satu aspek saja, namun keseluruhan aspek. Hal ini juga sesuai dengan prinsip-prinsip nilai itu sendiri, sehingga nilai yang didapatkan dapat menjadi evaluasi untuk guru dan siswa.
Aktivitas ketujuh adalah hakikat siswa, yaitu terdiri dari sesuatu yg masih kosong, membangun karakter, kreativitas, pertumbuhan, dan lain-lain. Menurut saya membangun karakter adalah hal yang paling ideal dalam hal ini. Karakter adalah hal dasar yang harus dibangun dari seorang siswa. Seperti salah satu tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Implikasinya terhadap pembelajaran yaitu dengan membangun karakter siswa hasil pembelajaran akan lebih bermakna. Hasil pembelajaran bukan hanya tentang nilai diatas kertas, namun bagaimana siswa dapat mengaplikasikan pembelajaran tersebut dan mengevaluasinya.
Aktivitas kedelapan adalah hakikat kemampuan siswa, yaitu terdiri dari bakat, usaha, kebutuhan, kompetensi, budaya, kontekstual, dan lain-lain. Dari keenam hal tersebut antara satu sama lain adalah saling berkaitan contohnya seseorang yang sudah memiliki bakat menyanyi sejak lahir, apabila ia tidak pernah berusaha untuk mengasah bakatnya tersebut, maka bakat tersebut tidak akan berkembang. Bakat sendiri adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dimana kemampuan tersebut sudah melekat dalam dirinya. Dalam hal ini yang paling ideal menurut saya adalah usaha, siswa yang memiliki usaha lebih tentu dia akan mampu melampaui teman-temannya yang tidak ada usahanya, meskipun mungkin teman-temannya tersebut memiliki bakat atau unggul diawal. Seperti kata pepatah bahwa hasil akhir tidak akan menghianati usaha. Oleh karena itu, sebenar-benar kemampuan siswa adalah dilihat dari usahanya atau prosesnya.
Aktivitas kesembilan adalah tujuan dari mata pelajaran, yaitu terdiri dari aritmatika, sertifikasi, transfer pengetahuan, kreativitas, untuk mengembangkan kemampuan secara komprehensif. Tujuan dari pembelajaran tentunya bukan hanya sebagai sarana untuk mentransfer pengetahuan saja, namun lebih kompleks dari itu. Menurut saya yang terbaik dari beberapa yang telah disebutkan diatas adalah kreativitas. Rahayu (2013: 30) mengatakan bahwa kreativitas belajar siswa adalah kemampuan siswa menciptakan hal-hal baru dalam belajarnya baik berupa kemampuan mengembangkan informasi yang diperoleh dari guru dalam proses belajar mengajar yang berupa pengetahuan sehingga dapat membuat kombinasi yang baru dalam belajarnya
Aktivitas kesepuluh adalah hakikat dari pembelajaran, yaitu terdiri dari kerja keras/latihan/menghafal, berpikir dan praktek, memahami dan mengaplikasikan, mengeksplorasi, diskusi/mandiri. Yang terbaik menurut saya adalah diskusi, diskusi adalah sebuah interaksi komunikasi antara dua orang atau lebih tentang satu ilmu atau pengetahuan dasar yang akhirnya akan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Dengan diskusi siswa tidak hanya aktif dalam proses pembelajaran itu sendiri, dengan diskusi siswa akan belajar bagaimana menyampaikan pendapat, bertukar pendapat, mengeksplorasi materi lebih luas, melihat satu hal dari sudut pandang berbeda. Implikasinya terhadap pembelajaran itu sendiri adalah diantaranya pembelajaran akan semakin menarik selain itu dengan diskusi siswa juga berlatih untuk berpikir kritis.
Aktivitas kesebelas adalah hakikat dari pengajaran, yaitu terdiri dari transfer pengetahuan, motivasi eksternal dan internal, pembangunan, diskusi, investigasi, perkembangan, memfasilitasi, ekspositori. Menurut saya yang paling relevan dengan hakikat pengajaran saat ini adalah memfasilitasi. Guru dalam artian luas bukan saja sekedar pengajar, guru harus berperan sebagai motivator, fasilitator, organisator, developer, evaluator sekaligus monitor. Guru sebagai fasilitator berarti guru memfasilitasi pembelajaran yang berlangsung pada siswa, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang nyata dan otentik. Dengan memfasilitasi pembelajaran, berarti guru berusaha mengajak dan membawa seluruh peserta didik untuk berpartisipasi.
Aktivitas kedua belas adalah teori pembelajaran mata pelajaran, yaitu terdiri dari ekspositori, pemecahan masalah, menghafal, drill, diskusi, praktek kelompok, mengembangkan, memfasilitasi. Menurut saya yang terbaik adalah facilitating, dimana seorang guru memfasilitasi proses belajar siswanya. Untuk memfasilitasi pembelajaran untuk siswa, guru harus memiliki pengetahuan tentang kelemahan dan kekuatan siswanya, memiliki kepedulian kepada seluruh siswa, menyadari hak belajar siswa, memahami perbedaan dari setiap siswa, mampu mengatur kelas agar pembelajaran berjalan efektif, memiliki tugas yang kompleks seperti melakukan penilaian dan perencanaan pembelajaran secara baik. Dengan guru memfasilitasi pembelajaran kepada siswa, maka pemeblajaran akan berjalan efektif.
Aktivitas ketiga belas adalah hakikat sumber belajar mengajar, yaitu terdiri dari papan tulis/ kapur/hitung manual, alat bantu mengajar, alat bantu mengajar berupa visual untuk memotivasi, macam-macam sumber/ lingkungan, lingkungan sosial. Vernon S. Gerlach & Donald P. Ely (1971) menegaskan pada awalnya terdapat berbagai jenis sumber belajar yaitu manusia, bahan, lingkungan, alat dan perlengkapan, serta aktivitas. Pada intinya, dengan adanya berbagai macam sumber belajar mengajar ini implikasinya untuk pengajaran adalah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara optimal. Dari berbagai pilihan yang telah disebutkan, mungkin saya akan memilih alat bantu mengajar seperti infocus dan speaker, alat bantu mengajar berupa visual seperti gambar, video, atau film, lingkungan sekitar maupun lingkungan sosial. Pemilihan sumber belajar mengajar agar dapat mendukung pencapaian kualitas pembelajaran tentunya harus memperhatikan beberapa aspek seperti motivasi, kemampuan guru, program pengajaran, kondisi lingkungan, dan yang paling penting adalah karakteristik siswa.
Aktivitas keempat belas adalah hakikat penilaian, diantaranya external test, portofolio, sosial, dan kontekstual. Menurut saya penilaian portofolio adalah penilaian yang baik diantara yang lain. Di dalam Kurikulum 2013, dokumen portofolio dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan penilaian untuk kompetensi keterampilan. Hasil penilaian portofolio bersama dengan penilaian yang lain dipertimbangkan untuk pengisian rapor peserta didik/laporan penilaian kompetensi peserta didik.Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Portofolio merupakan bagian dari penilaian otentik, yang langsung dapat menyentuh sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Hal ini berkaitan pula dengan rasa bangga yang mendorong peserta didik mencapai hasil belajar yang lebih baik. Guru dapat memanfaatkan portofolio untuk mendorong peserta didik mencapai sukses dan membangun harga dirinya. Maka Implikasinya secara tidakk langsung, hal ini mengakibatkan peserta didik dapat membuat kemajuan lebih cepat untuk mencapai tujuan individualnya.
Aktivitas kelima belas adalah hakikat masyarakat, yaitu keberagaman, monocultural, desentralisasi, kompetensi, multiple solution, heterogonomous, social capital, budaya lokal. Menurut saya konsep keberagaman adalah yang paling baik jika dibandingkan dengan lainnya. Keberagaman adalah variasi dari berbagai macam kombinasi elemen demokrafis sumber daya manusia, organisasional, komunitas, masyarakat, dan budaya.
Aktivitas keenam belas adalah hakikat kurikulum, yaitu terdiri dari instrument kurikulum, berdasarkan subjek, kurikulum integrase, berdasarkan pengetahuan, berdasarkan kemampuan, individual kurikulum, interaktif kurikulum, ict based kurikulum. Berdasarkan perkembangan teknologi yang sangat pesat, menurut saya ICT based curriculum adalah salah satu kurikulum terbaik yang bisa diaplikasikan. Penerapan teknologi informasi dalam pembelajaran memungkinkan kegiatan belajar mengajar lebih interaktif, simulatif dan lebih menarik. Implikasi penerapan kurikulum berbasis teknologi ini akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan yang pada akhirnya dapat bersaing dengan negara-negara maju dan berkembang lainnya.
Aktivitas ketujuh belas adalah hakikat siswa mempelajari mata pelajaran, yaitu terdiri dari individual, kompetensi, motivasi, readiness, scaffolding, kolaborative, konstruk, kontekstual, enculturing. Menurut saya kontekstual dan enculturing adalah yang paling baik diantara lainnya. Menurut E. Adamson Hoebel enculturing adalah kondisi saat seseorang secara sadar ataupun tidak sadar mencapai kompetensi dalam budayanya dan menginternalisasi budaya tersebut. Dalam pembelajaran, siswa mencapai kompetensi daalam pembelajaran dan dapat menginternalisasi pembelajaran tersebut.
Aktivitas kedelapan belas adalah hakikat bagaimana mengembangkan mata pelajaran, yaitu terdiri dari subjektive, objektive, menghasilkan, reflecting, menkritisi, constructing, aktivitas sosial, attitude, content, metode, conjecture, embodiment. Menurut saya, embodiment atau perwujudan adalah hal terbaik dalam aktivitas ini. Maksudnya adalah pengembangan mata pelajaran adalah perwujudan dari tujuan pembelajaran itu sendiri. Implikasinya terhadap pembelajaran adalah pengembangan yang dilakukan dapat sesuai dengan tujuan atau visi misi dari pembelajaran tersebut.
Ruang lingkup filsafat pendidikan matematika adalah sangat luas, dimulai dari ideology pendidikan sampai dengan metode bahkan sumber pembelajaran. Oleh karenanya, sangat penting bagi seorang pengajar untuk memahaminya satu persatu agar dalam pengajaran menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar