sumber: pinterest.com
Apa itu metafisika?
Metafisika adalah segala sesuatu dibalik semua yang ada. Manusia adalah ada, bisa dilihat secara kasat mata. Lalu apa sesuatu dibalik hidup manusia? Apa itu metafisika dari hidup manusia?
Awal dari segala kehidupan manusia adalah fatal dan vital. Fatal berarti terpilih, terpilih berarti takdir. Artinya fatal adalah hal-hal yang sudah menjadi takdir dari manusia. Disinilah muncul metafisika itu, yaitu sifat-sifat yang mengikutinya. Takdir bersifat tetap, berarti tidak berubah. Manusia manapun tidak akan ada yang bisa merubah takdir yang sudah merupakan ketetapan. Sifat selanjutnya yang mengikutinya adalah ideal (Idealism), Absolute (Mutlak), Spiritualism, Kuasa tuhan (Causa Prima), Definisi (Asumsi), Logika (Logicism). Logika (Logicism) berarti berlakulah semua sifat-sifat yang telah disebutkan diatas. Logika berarti Koheren (Coherentism) contohnya ketika kita menemukan kata wanita maka secara otomatis kita akan memikirkan kata lainnya yang masih terhubung dengan kata tersebut, seperti perempuan, ibu, dan melahirkan. Logikanya adalah wanita, perempuan adalah koheren, ibu adalah analitik. Selanjutnya adalah konsisten. Konsisten adalah apa yang dipikirkan dan bukan yang bisa disentuh dengan indra. Pikiran akan menghasilkan aksioma. Yang tetap adalah hukum, dan hukum tertinggi adalah causa prima.
Vital mencakup didalamnya sesuatu yang tidak tetap atau bisa berubah. Memilih berarti ikhtiar atau ada usaha didalamnya. Bagaimana dengan sifat-sifat yang mengikutinya? Jika tetap adalah langit maka berubah adalah bumi, jika tetap adalah dewa maka berubah adalah darsa, jika tetep adalah a priori maka berubah adalah a posteori. Tetap berarti A= A, sedangkan berubah berarti A ≠ 1. Jika tetap adalah logika maka berubah adalah hukum alam. Jika tetap adalah pikiran maka berubah adalah pengalaman. Jika tetap adalah analitik maka berubah adalah sintetik.
R. Decrates (1596 – 1650) mengatakan kebenaran adalah datangnya dari akal manusia atau sering juga disebut dengan teori rasionalisme. Namun pemikiran R.Decrates ditentang oleh D. Hume yang mengatakan bahwa pengetahuan itu bersumber dari pengalaman dan bukan dari rasio. Setelah pertempuran antara keduanya muncul lah pemikiran seorang filsuf modern Immanuel Kant yang mengatakan bahwa sesungguhnya sebaik-baik ilmu adalah perkawinan antara langit dan bumi. Buminya adalah sintetik dan langitnya adalah a priori.
Seiring dengan berkembangnya pemikiran para filsuf, muncul seorang tokoh bernama A. Compte yang mengatakan bahwa agama tidak bisa dipakai untuk membangun dunia karena tidak logis. A. Compte menuangkan pikirannya dalam buku karangannya yang berjudul Positivism. Dalam bukunya ini, beliau menggambarkan agama pada urutan terbawah, setelah metafisika dan positivism. Begitulah bagaimana ilmu filsafat terus berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar